Dari Bandung untuk Hati yang Terluka
Sebagai salah satu pilar utama skena modern rock/emo di Indonesia, for Revenge (fR) telah melalui perjalanan panjang yang penuh dinamika. Di halaman ini: sejarah lengkap, diskografi, serta pencapaian mereka hingga saat ini.
Sejarah Lengkap for Revenge: Dari Bandung untuk Hati yang Terluka
1. Awal Terbentuk dan Era Fireworks (2006–2012)
for Revenge didirikan pada 18 April 2006 di Bandung oleh Archims "Chimot" Pribadi (drum), Abie Nugraha (bass), dan Hagie Juliandri (gitar). Nama "for Revenge" dipilih sebagai simbol pembalasan atas kekecewaan atau kepedihan hidup yang dialami para personelnya melalui karya musik.
Awalnya, mereka membawakan aliran pop-punk, namun seiring masuknya Boniex Noer sebagai vokalis pada tahun 2009, arah musik mereka bergeser menjadi lebih emosional (emo/post-hardcore). Di tahun 2010, mereka merilis album debut bertajuk Fireworks yang memperkenalkan hits seperti "Sendiri".
2. Era Second Chance dan Masa Hiatus (2013–2018)
Tahun 2013 menjadi titik balik dengan rilisnya album Second Chance. Lagu "Pulang" dari album ini menjadi lagu wajib bagi para penggemar dan memperkuat posisi mereka di skena musik nasional. Namun, band ini sempat mengalami masa sulit dan bongkar pasang personel. Boniex Noer sempat hengkang, dan posisi vokalis digantikan oleh Simon Simorangkir. Karena ketidakstabilan ini, for Revenge sempat menyatakan hiatus pada tahun 2016.
3. Kembalinya Boniex dan Ledakan "Serana" (2019–2023)
Pada penghujung 2019, Boniex Noer kembali bergabung. Momen ini menandai "kebangkitan" fR yang sesungguhnya. Mereka merilis album Perayaan Patah Hati – Babak 1 pada tahun 2022. Lagu "Serana" meledak secara viral di media sosial, membawa narasi patah hati for Revenge ke audiens yang lebih luas (mainstream). Di era ini, formasi mereka diperkuat oleh Boniex (vokal), Chimot (drum), Izha (bass), dan Arief (gitar).
4. Era Sony Music dan Babak Baru (2024–Sekarang)
Pada awal 2024, for Revenge resmi bergabung dengan label mayor Sony Music Entertainment Indonesia. Mereka memulai fase baru dengan merilis single "Sadrah", "Penyangkalan", dan "Semula". Di akhir tahun 2025, mereka melengkapi narasi mereka dengan merilis album penuh kelima, Perayaan Patah Hati – Babak 2, yang mengajak pendengar dari fase luka menuju fase penerimaan.
Daftar Album Musik
| Tahun | Judul Album | Jenis |
|---|---|---|
| 2010 | Fireworks | Album Studio |
| 2013 | Second Chance | Album Studio |
| 2022 | Perayaan Patah Hati – Babak 1 | Album Studio |
| 2025 | Sebelum Merayakan | Mini Album (EP) |
| 2025 | Perayaan Patah Hati – Babak 2 | Album Studio |
Daftar Penghargaan dan Prestasi
Keuletan for Revenge dalam konsistensi genre mereka akhirnya membuahkan pengakuan besar di industri musik Indonesia, terutama dalam dua tahun terakhir:
- Indonesian Music Awards (IMA) 2024: Pemenang kategori Duo/Group/Band of the Year.
- AMI Awards 2025: Pemenang kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik (lewat lagu "Penyangkalan").
- Indonesian Music Awards (IMA) 2025: Memborong dua penghargaan sekaligus (termasuk apresiasi atas konsistensi mereka di skena musik alternatif).
- Spotify Milestone (2025): Lagu "Serana" menembus angka lebih dari 100 juta streaming di Spotify.